Di Februari Yang Hujan
Author: Ivan Kavalera
sedang mencoba saja melipat-lipat ingatan, pertemuandan februari yang hujan.”itu metafora dari dialektika kesunyianmu, bukan?” tanyamu. masih di sini kita bertangkupan dengan angin dari arah pantai.seharusnya tak berjarak. seharusnya tak cemas.sebuah hari mungkin akan tiba dan mengabarkan pertemuan berikutnyadan seharusnya tak terduga.untuk sementarabeberapa dari hari-hariku lebih memilih menyiapkan garis-garis hujansiapa tahu kelak diperlukan oleh kelopak matamu sebagai airmata yang tak terencana.
bulukumba, 5 Februari 2010